Minggu, 26 Oktober 2014

Makalh Profesi Keperawatan

LAPORAN KELOMPOK
II D
PROFESI KEPERAWATAN


PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES
BENGKULU 2014


PENYUSUN
1.      SUTRISNO                                        : KETUA
2.      LISTA GUSPANI                              : SEKRETARIS
3.      YULFITRIA NINGSIH                    : ANGGOTA
4.      ADE IRMA SURYANI NST             : ANGGOTA
  













KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Profesi Keperawatan” dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam penyusunan makalah ini mungkin ada hambatan, namun berkat bantuan serta dukungan dari teman-teman dan bimbingan dari dosen pembimbing. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
            Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat membantu proses pembelajaran dan dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, atas bantuan serta dukungan dan doa nya.
            Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca makalah ini dan dapat mengetahui tentang profesi keperawatan. Kami mohon maaf apabila makalah ini mempunyai banyak kekurangan, karena keterbatasan penulis yang masih dalam tahap pembelajaran. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun, sangat diharapkan oleh kami dalam pembuatan makalah selanjutnya. Semoga makalah sederhana ini bermanfaat bagi pembaca maupun kami.






                                                                                                            Bengkulu,  Agustus 2014
Penyusun





                                                                                                                                                i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………..i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG……………………………………………………………1
1.2 RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………1
1.3 TUJUAN…………………………………………………………………………..1
BAB II PEMBAHASAN
1.1  Pengertian profesi berdasarkan beberapa pendapat………………………………..2
1.2  Ciri-ciri profesi……………………………………………………………………..2
1.3  Jenis profesi berdasarkan penggolongan ilmu pengetahuan……………………….3
1.4  Alasan perawat dijadikan sebagai profesi……………………………………….....7
BAB III KESIMPULAN
1.1  Kesimpulan………………………………………………………………………....9
1.2  Saran………………………………………………………………………………..9

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Keperawatan merupakan salah satu profesi dalam dunia kesehatan. Sebagai profesi, tentunya pelayanan yang diberikan harus professional, sehingga perawat/ners harus memiliki kompetensi dan memenuhi standar praktik keperawatan, serta memperhatikan kode etik dan moral profesi agar masyarakat menerima pelayanan dan asuhan keperawatan yang bermutu. Tetapi bila kita lihat realita yang ada, dunia keperawatan di Indonesia sangat memprihatinkan. Fenomena “gray area” pada berbagai jenis dan jenjang keperawatan yang ada maupun dengan profesi kesehatan lainnya masih sulit dihindari.
Keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Tenaga keperawatan secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada, dimana keperawatan memberikan kontribusi yang unik terhadap bentuk layanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relatif, berkelanjutan, koordinatif, dan advokatif. Keperawatan sebagai suatu profesi, menekankan kepada bentuk pelayanan profesional yang sesuai dengan standar dengan memperhatikan kaidah etik dan moral. Sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Jelaskan pengertian profesi berdasarkan beberapa pendapat ?
2.      Sebutkan ciri-ciri profesi ?
3.      Jelaskan jenis profesi berdasarkan penggolongan ilmu pengetahuan ?
4.      Jelaskan alasan perawat dijadikan sebagai profesi ?

1.3  Tujuan
1.      Mengetahui dan memahami tentang “Profesi Keperawatan”
2.      Meningkatkan pemahaman tentang “Profesi Keperawatan”
3.      Memenuhi tugas mata kuliah Profesi Keperawatan
4.      Meningkatkan pemahaman tentang ciri-ciri “Profesi Keperawatan”
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Profesi Berdasarkan Beberapa Pendapat
·         SCHEIN, E.H (1962)
Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu norma yang sangat khusus berasal dari perannya di masyarakat.
·         DANIEL BELL (1973)
Profesi adalah aktivitas intelektual yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal ataupun tidak formal dan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok / badan yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam melayani masyarakat, menggunakan etika layanan profesi dengan mengimplikasikan kompetensi mencetuskan ide, kewenangan ketrampilan teknis dan moral serta bahwa perawat mengasumsikan adanya tingkatan dalam masyarakat.
·         HUGHES, E.C ( 1963 )
Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien).
·         KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.
·         MENURUT PENDAPAT KAMI
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dilanadasi oleh kemampuan, skill, penegtahuan, dan kemampuan.

2.2  Ciri-ciri Profesi
Adapun keperawatan sebagai suatu profesi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Memberi pelayanan atau asuhan dan melakukan penelitian sesuai dengan kaidah ilmu dan keterampilan serta kode etik keperawatan.
2.      Telah lulus dari pendidikan pada Jenjang Perguruan Tinggi (JPT) sehingga diharapkan mampu untuk :

a)      Bersikap professional,
b)      Mempunyai pengetahuan dan keterampilan professional,
c)      Memberi pelayanan asuhan keperawatan professional, dan
d)     Menggunakan etika keperawatan dalam memberi pelayanan.
e)      Mengelola ruang lingkup keperawatan berikut sesuai dengan kaidah suatu profesi dalam bidang kesehatan, yaitu :
a)      Sistem pelayanan atau asuhan keperawatan
b)      Pendidikan atau pelatihan keperawatan yang berjenjang dan berlanjut
c)      Perumusan standar keperawatan (asuhan keperawatan, pendidikan keperawatan registrasi atau legislasi), dan
d)     Melakukan riset keperawatan oleh perawat pelaksana secara terencana dan terarah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Persyaratan tersebut melekat dalam dasar keperawatan profesional. Kualitas dari perawatan yang diberikan tidak dapat diukur oleh waktu. Mata berseri, senyum yang berkembang, sentuhan yang lembut tidak membutuhkan waktu yang ekstra, hal ini diperlihatkan dalam asuhan keperawatan. Kualitas penting adalah sukar dipahami, barangkali tidak terlukiskan. Tetapi, bila Anda bertemu perawat yang memiliki semuanya Anda akan mengetahui.

2.3 Jenis Profesi
Berbagai jenis profesi dalam tataran kehidupan sosial manusia modern, antara lain :
·         Dentist / Dokter Gigi
Kedokteran Gigi, yang merupakan bagian dari stomatology, adalah cabang kedokteran yang terlibat dalam evaluasi, diagnosis, pencegahan, dan bedah atau non-bedah pengobatan penyakit, gangguan dan kondisi rongga mulut, daerah maksilofasial dan berdekatan dan terkait struktur dan dampaknya terhadap tubuh manusia. Kedokteran Gigi secara luas dianggap perlu untuk kesehatan secara keseluruhan. Mereka yang praktek kedokteran gigi dikenal sebagai dokter gigi. Tim pembantu dan pendukung dokter gigi dalam menyediakan layanan kesehatan mulut, meliputi asisten gigi, hygienists gigi, teknisi gigi, dan terapis gigi.
·         Perawat
Perawat adalah kesehatan profesional yang bekerja sama dengan anggota lain dari tim perawatan kesehatan, bertanggung jawab untuk: pengobatan, keselamatan, dan pemulihan akut atau kronis orang sakit : promosi kesehatan dan pemeliharaan dalam keluarga, komunitas dan populasi, dan, pengobatan keadaan darurat yang mengancam nyawa dalam berbagai macam pengaturan perawatan kesehatan. Perawat melakukan berbagai fungsi klinis dan non-klinis yang diperlukan untuk penyampaian perawatan kesehatan, dan juga mungkin terlibat dalam riset medis dan keperawatan.
Kedua peran perawatan dan pendidikan pertama kali didefinisikan oleh Florence Nightingale’s, berikut pengalamannya merawat orang yang terluka dalam Perang Krimea. Sebelumnya, perawat dianggap perdagangan dengan praktek umum yang standar atau didokumentasikan. Konsep Nightingale’s digunakan sebagai pedoman untuk membangun sekolah-sekolah perawat di awal abad kedua puluh, yang sebagian besar program pelatihan berbasis rumah sakit menekankan pengembangan seperangkat keterampilan klinis.
·         Apoteker
Apoteker adalah tenaga kesehatan yang mempraktekkan ilmu farmasi. Dalam peran tradisional mereka, apoteker biasanya mengambil permintaan untuk obat-obatan dari penyedia resep kesehatan dalam bentuk resep perawatan medis, mengevaluasi kesesuaian resep, membagikan obat kepada pasien dan nasihat mereka tentang penggunaan yang tepat dan efek samping obat itu. Dalam hal ini peran apoteker bertindak sebagai perantara belajar antara dokter dan pasien dan dengan demikian memastikan penggunaan yang aman dan efektif obat. Apoteker juga berpartisipasi dalam pengelolaan penyakit-negara, dimana mereka mengoptimalkan dan memantau terapi obat atau menginterpretasikan hasil laboratorium medis – bekerja sama dengan dokter dan atau profesional kesehatan lainnya. Apoteker memiliki banyak bidang keahlian dan sumber penting dari pengetahuan medis di klinik, rumah sakit, laboratorium kesehatan dan farmasi komunitas di seluruh dunia. Apoteker juga memegang posisi dalam industri farmasi serta dalam pendidikan farmasi dan penelitian dan lembaga pembangunan.
·         Dokter
Seorang dokter juga dikenal sebagai dokter medis, dokter, atau cukup dokter-praktek profesi kedokteran kuno, yang berkaitan dengan memelihara atau memulihkan kesehatan manusia melalui penelitian, diagnosis, dan perawatan penyakit atau cedera. Ini benar membutuhkan secara baik suatu pengetahuan yang terperinci dari disiplin akademis (seperti anatomi dan fisiologi) penyakit yang mendasari dan pengobatan mereka -ilmu kedokteran- dan kompetensi juga diterapkan layak dalam praktiknya -seni atau kerajinan obat.
Kedua peran dokter dan makna dari kata itu sendiri bervariasi secara signifikan di seluruh dunia, tetapi secara umum dipahami, etika mengharuskan obat dokter menunjukkan pertimbangan, kasih sayang dan kebajikan bagi pasien mereka.
·         Professor
Arti kata profesor (Latin: professor, orang yang mengaku menjadi ahli dalam beberapa seni atau ilmu, guru berpangkat tinggi) bervariasi menurut negara. Di negara-negara berbahasa Inggris kebanyakan mengacu pada akademik senior yang memegang kursi departemen, terutama sebagai kepala departemen, atau kursi pribadi diberikan secara khusus untuk individu tersebut. Ini adalah kasus di negara-negara Persemakmuran (kecuali Kanada) dan Republik Irlandia (yang merupakan mantan anggota Commonwealth). Namun, di Amerika Serikat dan Kanada professor adalah gelar yang diberikan kepada kelompok yang jauh lebih besar dari guru-guru senior di dua dan empat tahun perguruan tinggi dan universitas.
·         Guru
Dalam pendidikan, guru adalah orang yang menyediakan pendidikan bagi orang lain. Seorang guru yang memfasilitasi pendidikan untuk setiap siswa juga dapat digambarkan sebagai seorang tutor pribadi. Peran guru sering formal dan berkelanjutan, yang dilakukan dengan cara pekerjaan atau profesi di sekolah atau tempat pendidikan formal lainnya. Di banyak negara, seseorang yang ingin menjadi guru di sekolah-sekolah negeri yang didanai harus terlebih dahulu memperoleh kualifikasi profesional atau mandat dari sebuah universitas atau perguruan tinggi. Kualifikasi profesional ini dapat mencakup studi tentang pedagogi, ilmu mengajar. Guru harus melanjutkan pendidikan mereka setelah mereka menerima gelar mereka dari sebuah college atau universitas. Guru dapat menggunakan rencana pelajaran untuk memfasilitasi belajar siswa, memberikan suatu program studi yang mencakup kurikulum standar. Peran guru dapat bervariasi antar budaya. Guru mengajarkan melek huruf dan menghitung, atau beberapa mata pelajaran sekolah lain. Guru-guru lain dapat memberikan instruksi dalam pengerjaan atau pelatihan kejuruan, Seni, agama atau spiritualitas, kewarganegaraan, peran masyarakat, atau keterampilan hidup. Di beberapa negara, pendidikan formal dapat terjadi melalui home schooling.
Belajar secara informal dapat dibantu oleh seorang guru menempati peran sementara atau berkelanjutan, seperti orang tua atau saudara atau dalam sebuah keluarga, atau oleh siapapun dengan pengetahuan atau keterampilan dalam pengaturan masyarakat luas. Guru agama dan spiritual, seperti guru, mullah, pendeta rabbi pendeta muda / dan biksu mungkin mengajarkan teks-teks keagamaan seperti Quran, Taurat atau Alkitab.
·         Scientist / Ilmuwan
Seorang ilmuwan dalam arti luas, adalah setiap orang yang melakukan kegiatan sistematis untuk memperoleh pengetahuan atau individu yang bergerak dalam praktek-praktek tersebut dan tradisi-tradisi yang dikaitkan dengan sekolah-sekolah pemikiran atau filsafat. Dalam arti lebih terbatas, ilmuwan adalah seseorang yang menggunakan metode ilmiah. Orang dapat menjadi ahli dalam satu atau lebih bidang ilmu. Artikel ini berfokus pada penggunaan lebih terbatas dari kata itu.
Peran sosial yang sebagian sesuai dengan ilmuwan modern dapat diidentifikasi akan kembali setidaknya sampai filsafat alam abad ke-17, namun jangka ilmuwan jauh lebih baru. Sampai akhir 19 atau awal abad ke-20, mereka yang mengejar ilmu pengetahuan yang disebut ‘filsuf alam’ atau ‘orang sains’.
2.3  Alasan Perawat Dijadikan Sebagai Profesi
Beberapa hal yang menjadikan keperawatan sebagai profesi adalah sebagai berikut :
1.      Landasan ilmu pengetahuan yang jelas (Scientific Nursing). Landasan ilmu pengetahuan keperawatan yang dimaksud itu adalah diantaranya cabang ilmu keperawatan klinik, ilmu keperawatan dasar, cabang ilmu keperawatan komunitas , cabang ilmu penunjang.
2.      Mempunyai kode etik profesi. Satu hal bahwa keperawatan adalah profesi salah satunya mempunyai kode etik keperawatan. Kode etik keperawatan pada tiap negara berbeda-beda akan tetapi pada prinsipnya adalah sama yaitu berlandaskan etika keperawatan yang dimilikinya, dan di negara Indonesia memiliki kode etik keperawatan yang telah ditetapkan pada musyawarah nasional dengan nama kode etik keperawatan Indonesia.
3.      Pendidikan berbasis keahlian pada jenjang pendidikan tinggi. Perawat sebagai profesi karena Di Indonesia berbagai jenjang pendidikan keperawatan telah dikembangkan dengan mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda mulai dari jenjang DIII Keperawatan sampai dengan S3 akan dikembangkan.
4.      Memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui praktik dalam bidang profesi. Keperawatan dikembangkan sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional. Oleh karena itu sistem pemberian asuhan keperawatan (askep) dikembangkan sebagai bagian integral dari sistem pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdapat di setiap tatanan pelayanan kesehatan. Pelayanan / askep yang dikembangkan bersifat humanistik/menyeluruh didasarkan pada kebutuhan klien, berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan etika keperawatan.
5.      Mempunyai perhimpunan Organisasi Profesi. Perawat dikatakan sebagai profesi karena keperawatan memiliki organisasi profesi sendiri yaitu PPNI. Profesi perawat diakui karena memang keperawatan harus memiliki organisasi profesi yakni yang disebut dengan PPNI. organisasi profesi ini sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pengembangan citra keperawatan sebagai profesi serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun keperawatan profesional dan berada di garda depan dalam inovasi keperawatan di Indonesia.
6.      Pemberlakuan Kode etik keperawatan. Profesi perawat dikatakan sebagai sebuah profesi karena dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, perawat profesional selalu menunjukkan sikap dan tingkah laku profesional keperawatan sesuai kode etik keperawatan.
7.      Otonomi keperawatan memiliki kemandirian, wewenang, dan tanggung jawab untuk mengatur kehidupan profesi, mencakup otonomi dalam memberikan askep dan menetapkan standar asuhan keperawatan melalui proses keperawatan, penyelenggaraan pendidikan, riset keperawatan dan praktik keperawatan dalam bentuk legislasi keperawatan ( KepMenKes No.1239 Tahun 2001 ).














BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keperawatan merupakan sebuah ilmu dan profesi yang memberikan pelayanan keseahatan guna untuk meningkatkan keseahatan bagi masyarakat. Keperawatan ternyata sudah ada sejak manusia itu ada dan hingga saat ini profesi keperawatan berkembang dengan pesat. Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia tidak hanya berlangsung di tatanan praktik, dalam hal ini layanan keperawatan, tetapi juga di dunia pendidikan keperawatan. Tidak asing lagi, pendidikan keperawatan memberi pengaruh yang besar terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Karenanya perawat harus terus meningkatkan potensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan keperawatan yang berkelanjutan.
3.2 Saran
Dari kesimpulan yang ada maka kita sebagai calon perawat harus terus meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan keperawatan yang berkelanjutan, sehingga kita tidak mengalami ketertinggalan dari keperawatan internasional. Selain itu, sebagai calon perawat kita sebaiknya mempelajari bagaimana sejarah perkembangan dunia keperawatan yang ada, sehingga kita lebih mengenal bagaimana profesi keperawatan dan melalui hal itu kita bisa belajar menghargai profesi yang kita jalani.

Kebutuhan Nutrisi Pada Berbagai Tahapan Usia

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Nutrisi sangat penting bagi manusia karena nutrisi merupakan kebutuhan fital bagi semua makhluk hidup, mengkonsumsi nutrien (zat gizi) yang buruk bagi tubuh tiga kali sehari selama puluhan tahun akan menjadi racun yang menyebabkan penyakit dikemudian hari. Nutrisi sangat bermanfaat bagi tubuh kita karena apabila tidak ada nutrisi maka tidak ada gizi dalam tubuh kita, sehingga bisa menyebabkan penyakit/terkena gizi buruk. Oleh karena itu kita harus memperbanyak nutrisi. Namun kebutuhan nutrisi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pada masing-masing usia.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pola makan ?
2.      Bagaimana kebutuhan nutrisi pada berbagai tahapan usia ?
1.3  Tujuan
Tujuan Umum :
-          Untuk memahami tentang konsep nutrisi pada tiap tahapan usia
Tujuan Khusus :
-          Untuk memahami perbedaan kebutuhan nutrisi pada masing-masing tahapan usia.
-          Untuk mempelajari apa yang dimaksud pola makan dan yang mempengaruhinya.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pola Makan
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pola diartikan sebagai suatu sistem, cara kerja atau usaha untuk melakukan sesuatu (Depdiknas, 2001). Dengan demikian, pola makan yang sehat dapat diartikan sebagai suatu cara atau usaha untuk melakukan kegiatan makan secara sehat. Sedangkan yang dimaksud pola makan sehat dalam penelitian ini adalah suatu cara atau usaha dalam pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan maksud tertentu seperti mempertahankan kesehatan, status nutrisi, mencegah atau membantu kesembuhan penyakit. Pola makan sehari-hari merupakan pola makan seseorang yang berhubungan dengan kebiasaan makan setiap harinya. (Ramadan, 19 Januari 2008).
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pola makan seseorang, antara lain faktor budaya, agama/kepercayaan, status sosial ekonomi, personal preference ( rasa suka atau tidak suka), rasa lapar, nafsu makan, rasa kenyang, dan kesehatan.
2.2 Nutrisi Bagi Neonates
Kebutuhan bayi akan zat-zat gizi adalah yang paling tinggi bila dinyatakan dalam satuan berat badan karena bayi sedang ada dalam periode pertumbuhan yang sangat pesat. Kebutuhan bayi akan energi adalah 100-110 kal/kg berat badan sehari dan kebutuhannya akan protein adalah 3-4 gram/kg berat badan sehari. Bayi mulai disusukan sedini mungkin, langsung setelah lahir. Waktu dan lama menyusui disesuaikan dengan kebutuhan bayi (on demand) untuk pertumbuhan tulang kerangka, kebutuhan kalsium (Ca) dan posfor (P) harus sangat diperhatikan. Di daerah tropik, kebutuhan vitamin D bagi pertumbuhan bayi tidak merupakan persoalan, asal bayi tersebut cukup terkena sinar matahari tersebut.
Ketika dilahirkan, bayi tidak cukup dibekali cadangan vitamin A dan vitamin K sehingga harus diberi vitamin ini sejak umur dini postnatal. Juga unsur Fe termasuk yang cepat menyusut pada neonatus. Usus neonatus masih steril tidak mengandung flora, sampai mengkonsumsi makanan (ASI) pertama dari luar. Flora usus ini sanggup mensintesa berbagai vitamin B-kompleks dan vitamin K. Terutama vitamin K harus diberikan pada neonatus, untuk menghindarkan hemorrhagia neonatorum karena kekurangan vitamin K tersebut. Sudah jadi prosedur standar di banyak rumah sakit untuk memberikan suntikan depot vitamin K pada anak yang baru lahir, sebagai tindakan profilaksis.
Derajat penguapan cairan badan pada bayi relatif tinggi, sehingga pemberian air kepada bayi harus diperhatikan khusus. Makanan bayi yang alamiah adalah ASI (Air Susu Ibu). Tidaklah benar kalau ada yang mengadvertensikan susu kaleng cair maupun bubuk sama baiknya dengan ASI. Salah satu sifat yang tidak pernah akan terdapat pada susu kaleng ialah adanya kandungan immunoglobulin yang memberi daya tahan (pertahanan tubuh) kepada bayi, berasal dari tubuh ibunya. Sampai umur enam bulan bayi cukup diberikan ASI dapat pula ditambah suplemen sari buah sejak 1- 1,5 bulan postnatal. Di Indonesia di anjurkan untuk memberikan ASI kepada anak sampai umur sekitar 2 tahun.
  • ASI dianjurkan untuk bayi karena :
1)    Nilai, komponen yang terkandung didalamnya sangat sesuai untuk bayi.
2)    Mengandung antibody, yaitu kolostrum.
3)    Kebutuhan psikologis dapat dipenuhi
4)    Praktis, selalu segar dan ekonomis.
  • Manfaat ASI bagi bayi :
1)    Perlindungan terhadap infeksi dan diare.
2)    Perlindungan terhadap alergi.
3)    Mempererat hubungan antara Ibu dengan Bayi.
4)    Memperbagus gigi dan bentuk rahang.
5)    Mengurangi kegemukan.
  • Manfaat ASI bagi Ibu :
1)    Memberi kepuasan
2)    Praktis dan murah
3)    Mengembalikan bentuk tubuh
4)    Menunda masa subur
  • Nilai Gizi ASI :
1)    Protein
2)    Karbohidrat
3)    Lemak
4)    Vitamin
5)    Mineral
  • Zat-zat kekebalan ASI :
                  Macam
Khasiat
Immunoglobulin
– melindungi dari infeksi
Zat anti stapilococcus
– menghambat pertumbuhan Stapilococcus
Lysosime
– menghancurkan dinding sel bakteri
Lactoperondase
– membunuh streptococcus
Lactoperin
– membunuh beberapa jenis organisme
Sel darah putih          
– membuat C3 dan C4 , lactoperin Ig. D
2.3 Nutrisi Bagi Infant
Pada usia ini bayi dapat diberikan buah–buahan (pisang) atau biscuit sejak usia 2 bulan sedangkan pemberian makanan lumat sampai lembik (bubur susu) pada usia 3 – 4 bulan, sesuai keperluan bayi masing – masing. Bayi akan lapar dan menangis terus bila ASI kurang dan hal ini juga akan terlihat dari pertumbuhan bayi yang tidak memuaskan.
Untuk mengatasi pertumbuhan, bayi perlu ditimbang secara berkala, yaitu bila mungkin dilakukan stiap hari pada munggu pertama, selanjutnya setiap minggu sampai akhir bulan pertama, kemudian setiap 2 minggu dalam bulan kedua dan ketiga dan seterusnya setiap bulan. Pada bulan keempat biasanya dimulai pemberian makanan padat, yaitu makanan lumat, misalnya bubur susu yang dapat dibuat dari tepung (beras, jagung atau  havermouth), susu dan gula. Waktu yang untuk memberikan makanan lumat dapat dipilih yang sesuai, misalnya sekitar jam 09.00 dengan memperhatikan bahwa kira – kira 2 jam sebelumnya tidak diberikan apa–apa. Dengan demikian bayi menyusui dengan kebutuhannya, diberi bubur susu satu kali dan buah – buahan satu kali. Pada umur ini dapat pula diberikan telur ayam, akan tetapi perlu waspada terhadap kemungkinan alergi dengan gejala urtikaria. Bila terjadi hal ini, pemberian telur ditangguhkan. Biasanya setiap bayi sudah tahan terhadap telur pada usia 7 bulan keatas. Pada bayi umur 5 – 6 bulan dapat diberikan 2 kali makanan bubur susu sehari, buah – buahan dan telur. Bayi umur 6 – 7 bulan  dapat mulai diberikan nasi tim yang merupakan makanan lunak dan juga merupakan makanan campuran yang lengkap karena dapat dibuat dari beras, bahan makanan sumber protein hewani (hati, daging cincang, telur atau tepung ikan) dan bahan makanan sumber protein nabati yaitu tahu, tempe, sayuran hijau (bayam), buah tomat dan wortel. Dengan demikian nasi tim merupakan makanan yang mengandung nutrien yang lengkap bila dibuat dengan bahan – bahan tersebut. Selama masa bayi makan nasi tim harus disaring terlebih dahulu untuk memudahkan menelannya dan tidak banyak mengandung serat – serat yang dapat mempersulit pencernaan.
Pada bayi umur 8 – 12 bulan bubur susu sudah dapat diganti seluruhnya dengan nasi tim, yaitu, pada pagi hari sebagai makan pagi, misalnya jam 09.00, pada siang hari sebagai makan siang sekitar jam 13.00 dan pada sore hari sebagai makan malam sekitar jam 17.00 – 18.00.
Bila bayi disusukan sesuai dengan anjuran yaitu melebihi masa 1 tahun, perlu diperhatikan kemingkinan timbulnya anoreksia terhadap makanan lin, sehingga anak akan kekurangan protein dan kalori, dan pada akhirnya menderita penyakit Malnutrisi Energi Protein (MEP). Pengaturan makan bayi yang berhasil pada masa bayi akan mempermudah kelancaran pengaturan makan pada usia selanjutnya.
Pada akhir masa bayi telah dibiasakan bayi menerima makanan 3 kali sehari, yaitu pada waktu pagi (makan pagi), siang (makan siang), dan sore atau malam (makan malam). Selama masa bayi telur cukup diberikan sekali sehari, bila bayi tidak alergi. Telur dapat dimakan tersendiri setelah dimasak matang atau setengah matang atau dimakan bersama – sama dengan nasi tim.
2.4 Nutrisi Bagi Toddler
Karakteristik terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia toddler :
  1. Anak sukar atau kurang mau makan.
  2. Nafsu makan anak sering kali berubah yang mungkin pada hari ini makannya cukup banyak dan pada hari berikutnya makannya sedikit.
  3. Biasanya anak menyukai jenis makanan tertentu.
  4. Anak cepat bosan dan tidak tahan makan sambil duduk dalam waktu lama. 
  • Kebutuhan Nutrisi
  1. Kecepatan pertumbuhan berkurang secara dramatis sehingga kebutuhan anak usia ini terhadap kalori, protein dan cairan menurun.
  2. Kebutuhan kalori 102 kkal/kgBB/hari & Kebutuhan protein 1,2 gr/kgBB/hari.
  3. Pemberian susu tidak lebih dari 1 liter / hari untuk membantu menjamin asupan makanan yang kaya zat besi. Pemeriksaan hematokrit harus dilakuakn untuk screening anemia.
  4. Anak toddler dengan diet vegetarian tidak menerima protein yang cukup, harus dirujuk ke ahli gizi.
  •  Pola dan pilihan makanan
  1. Pada usia 12 bulan, kebanyakan toddler makan makanan keluarga.
  2. Pada usia 18 bulan, sebagaian besar toddler mengalami anoreksi fisiologis dan menjadi pemilih dalam hal makanan,menginginkan suatu makanan tertentu, mkan dalam jumlah besar di suatu hari dan sangat sedikit di hari berikutnya.
  3. Toddler memilih makanan sendiri dan lebih menyukai makanan dalam porsi kecil (makanan yang enak dan mengundang selera).
  4. Toddler lebih menyukai satu jenis makanan dalam piring daripada makanan yang dicampur.
  5. Orangtua harus menanjurkan penggunaan alat makan tetapi menyadari bahwa toddler lebih menyukai mengunakan tangan.
2.5 Nutrisi Bagi Pra Sekolah
Karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak Prasekolah adalah sebagai berikut :
a.       Nafsu makan berkurang.
b.      Anak lebih tertarik pada aktivitas bermain dengan teman atau lingkungannya dari pada makan.
c.       Anak mulai senang mencoba jenis makanan baru.
d.      Waktu makan merupakan kesempatan yang baik bagi anak untuk belajar dan bersosialisasi dengan keluarga.



  • Kebutuhan Nutrisi
  1. Kebutuhan nutrisi pada usia ini hampir sama dengan toddler meskipun kebtuhan kalori menurun sampai 90 kkal/kgBB/hari & kebutuhan protein tetap 1,2 gr/kgBB/hari.
  2. Kebutuhan cairan 100 ml/kgBB/hari, bergantung pada tingkat aktivitas anak.
  • Pola dan Pilihan Makanan
  1. Pada usia anak mungkin enolak sayuran, makanan kombinasi dan hati.
  2. Makanan yang disukai anatara lain sereal, daging, kentang, buah-buahan dan permen.
  3. Banyak anak pada usia ini yang tidak dapt diam atau cerewet selama makan dengan keluarga dan dapat tetap berjuang dengan penggunaan peralatan makan.
  4. Kebiasaan orang lain mempengaruhi anak usia 5 tahun.
2.6 Nutrisi Pada Usia Sekolah
Pertumbuhan anak tidak banyak mengalami perubahan yang berarti, sehingga kebutuhan kalori anak usia sekolah adalah 85 kkal/kg berat badan. Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi yang lebih baik daripada kelompok Balita, karena kelompok umur sekolah ini sudah mudah dijangkau oleh berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), maupun oleh kelompok swasta berupa program suplementasi makanan tambahan di sekolah atau Program Makan Siang Sekolah (School Lunch Program).
Meskipun demikian masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang tidak memuaskan, misalnya berat badan yang kurang, anemia defisiensi Fe, defisiensi vitamin C, dan di daerah-daerah tertentu juga defisiensi Iodium. Keluhan yang banyak disuarakan oleh kaum ibu mengenai kelompok umur sekolah ini bahwa mereka kurang nafsu makan, sehingga sulit sekali disuruh makan yang cukup dan teratur.
Sebenarnya kelompok anak sekolah ini merupakan kelompok yang mudah menerima upaya pendidikan gizi melalui sekolahnya, dan dapat dipergunakan untuk mempengaruhi pendapat keluarga mengenai hal ini. Beberapa karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak usia sekolah adalah sebagai berikut :
a.       Anak dapat mengatur pola makannya sendiri.
b.      Adanya pengaruh teman atau jajanan di lingkungan sekolah dan di lingkungan luar rumah serta adanya reklame atau iklan makanan tertentu di televisi yang dapat mempengaruhi pola makan atau keinginannya untuk mencoba makanan yang belum dikenalnya.
c.       Kebiasaan menyukai satu makanan tertentu berangsur – angsur hilang.
d.      Pengaruh aktivitas beramain dapat menyeababkan keinginan yang lebih besar pada aktivitas bermain dari pada makan.
  • Kebutuhan Nutrisi
  1. Kebutuhan kalori harian  pada usia ini menurun berhubungan dengan ukuran tubuh. Anak usia sekolah membutuhkan rata-rata 2400 kalori / hari.
  2. Pengasuh / orangtua harus tetap menekankan kebutuhan terhadap diet seimbang sesuai dengan piramida makanan : tubuh menyimpan cadangan makanan sebagai sumber kebutuhan pertumbuhan yang meningkat saat remaja.
Kebutuhan nutrisi anak berdasarkan golongan umur dalam tahun :
Usia     Kalori  Protein   Cal        Fe        Vit A    Vit B    Vit C
10-12   1900    60           0,75      8          2500      0,7        25
7-9       1600    50           0,75      7          2500      0,6        25
5-6       1400    40           0,50      6          2500      0,6        25
Tahun  Cal       dr           dr          Mg       U           Mg        Mg
  • Pola dan Pilihan Makanan
  1. Anak terpajan dengan pengalaman makan yang lebih luas di kantin sekolah, anak mungkin tetap memilih-milih dalam hal makanan tetapi harus lebih mempunyai kemauan untuk mencoba makanan-makanan baru.
  2. Di rumah anak harus makan apa yang keluarga makan. Pola makan anak dapat mencerminkan budaya keluarga.
  3. Banyak anak pada usia ini yang tidak menyukai sayuran, hati dan makanan pedas.
  4. Anggota keluarga memainkan peranan penting dalam mempengaruhi pilihan anak terhadap makanan, namun teman sebaya dan media juga berpengaruh.
2.7 Nutrisi Pada Remaja
Kelompok umur remaja juga menunjukkan fase pertumbuhan yang pesat, yang disebut “adolescense growth spurt”, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang relatif besar jumlahnya. Pada remaja laki-laki kegiatan jasmani sangat, karena biasanya pada umur inilah perhatian untuk sport sedang tinggi-tingginya, seperti atletik, mendaki gunung, sepak bola, hiking dan sebagainya. Bila konsumsi berbagai zat gizi tidak ditingkatkan, mungkin terjadi defisiensi relatif terutama defisiensi vitamin-vitamin.
Pada remaja perempuan mulai terjadi menarche dan menses disertai pembuangan sejumlah Fe. Remaja putri kelompok ini sangat sadar akan bentuk badannya, sehingga banyak yang membatasi konsumsi makanannya. Bahkan banyak yang berdiit tanpa pengawasan atau nasihat seorang ahli kesehatan dan gizi. Penyuluhan dan bimbingan gizi yang benar dan jelas sangat diperlukan oleh golongan remaja ini.
·         Kebutuhan Nutrisi
  1. Kebutuhan nutrisi harian  pada usia ini harus seimbang di antara berbagai kelompok makanan.
  2. Rata-rata kebutuhan asupan kalori harian bervariasi sesuai dengan gender & usia :
*        Perempuan
-          usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 48 kkal/kgBB/hari
-          usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 38 kkal/kgBB/hari
*        Laki-laki
-          usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 60 kkal/kgBB/hari
-          usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 42 kkal/kgBB/hari
·         Pola dan pilihan makanan
  1. Remaja biasanya makan ketika mereka memiliki waktu luang di antara aktivitas mereka, makanan siap saji yang bergizi membantu mempertahankan diet yang seimbang.
  2. Mempertahan kualitas dan kuantitas asupan harian yang adekuat mungkin sulit karena beberapa faktor seperti jadwal yang sibuk, pengaruh teman sebaya dan kemudahan mendapatkan makanan cepat saji berlemak tanpa kalori.
  3. Pola makan keluarga terbentuk selama masa sekolah dan tetap berlanjut mempengaruhi pilihan remaja terhadap makanan.
  4. Remaja perempuan sangat rentan terhadap prilaku makan yang negatif.
2.8 Nutrisi Pada Dewasa
Istilah dewasa menggambarkan segala organisme yang telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusia, orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa.
Pada orang dewasa, dimana pertumbuhan tidak lagi terjadi kebutuhan zat-zat gizi lebih tergantung pada aktivitas fisiknya. Umumnya laki-laki lebih memerlukan energi ini disebabkan karena secara fisik laki-laki lebih banyak bergerak tetapi pada aktivitasnya juga memerlukan energi banyak. Semakin tinggi dan semakin berat badan seseorang maka kebutuhan energinya juga perlu ditambahkan.
Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan adalah aktivitas fisik angka kecukupan gizi energi untuk dewasa 2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari. Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat.
a.                   Klasifikasi dewasa berdasarkan usia :
ü  Masa dewasa  muda (21-30 th)
Kebutuhan nutrisi pada usia ini untuk proses pertumbuhan, proses pemeliharaan dan pebaikan tubuh, mempertahankan keadaan gizi.
ü  Masa dewasa (31-45 th)
Masa dewasa masa produktif khususnya terkait dengan aktifitas fisik, karena umur ini merupakan puncak untuk aktivitas hidup terutma dalam aktifitas bekerja. Kebutuhan nutrisi dibedakan antara tingkat pekerjaan ringan, berat, sedang.
ü  Dewasa tua (46 th keatas)
Kebutuhan unsur-unsur gizi sudah jauh berkurang, pada usia lanjut maka BMR akan berkurang 10-30%. Maka aktifitas mengalami degenerative.
ü  Wanita masa kehamilan menyusui
Wanita hamil dan ibu menyusui sangat memerlukan makanan yang baik  dan cukup. Sebagai bahan pertimbangan untuk dapat menghasilkan 1 liter ASI harus menyediakan kalori sebanyak 150 kal sedangkan ASI mengandung 75 kal, 12 gr protein, 45 gr lemak laktosa vitamin dll.
*         Kebutuhan gizi untuk ibu hamil dan menyusui :
Jenis kebutuhan     Ibu hamil         Ibu menyusui
Kalori                    2500 gr             300 gr
Protein                   85gr                 100 gr
Calsium                 1,5 gr                2 gr
Ferum                    15 gr                 15 gr
Vit A                     8000 U.I           8000 U.I
Vit B                     1,8 mg               2,8 mg
Vit C                     100 mg              150 mg
Riboflavin             2,5 mg               3 mg
Vit D                    400-800 U.I       400-800 U.I
Air                        6-8 gelas            6-8 gelas
b.         Pengelompokkan Zat Gizi
1. Karbohidrat
Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan adalah aktivitas fisik angka kecukupan gizi energi untuk dewasa 2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari. Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat. Makanan sumber karbohidrat adalah beras, terigu, umbi-umbian, jagung dan gula.
2. Protein
Pada akhir remaja kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan karena perbedaan komposisi tubuh. Kecukupan protein dewasa adalah 48-62 gr/hari untuk perempuan dan pada laki-laki8 55-66 gr/hari. Berbagai sumber protein diantaranya daging merah, susu, tempe, dan kacang-kacangan.

3. Kalsium
Lebih kurang dari 20% pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50% massa tulang dewasa dicapai pada masa remaja, kalsium untuk orang dewasa adalah 600-700 mg. Bagi laki-laki dewasa kebutuhan mineral akan kalsium cukup 0,45 gram sehari. Bahwa kebutuhan kalsium 7,7,5 mg perkilogram berat badan adalah kurang lebih sama dengan 0,5-0,7 gram sehari bagi orang dewasa normal. Sumber kalsium yang paling baik adalah susu, sumber kalsium lainnya adalah ikan, kacang, sayuran.
4. Zat Besi
Setelah dewasa, kebutuhan gizi menurun, status besi dalam tubuh juga mempengaruhi hal ini mengakibatkan perempuan lebih rawan akan anemia besi dibandingkan laki-laki. Jumlah seluruh besi didalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar 3,5 g, dimana 70 persennya terdapat dalam hemoglobin, 25 persennya merupakan besi cadangan. Rata-rata besi simpanan 1000 mg pada orang dewasa. Status besi dalam tubuh juga mempengaruhi efisiensi penyerapan besi yang dapat mengakibatkan penyerapan besi antara lain yaitu cafein, fitat, zicn, dll. Makanan yang mengandung zat besi antara lain hati, daging merah, daging putih (ayam,ikan), kacang-kacang dan sayuran hijau.
5. Vitamin
Kebutuhan juga meningkat selama dewasa muda karena pertumbuhan dan perkembangan cepat terjadi, karena energi yang meningkat, maka pertumbuhan kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat antara lain yang berperan dalam metabolisme karbohidrat menjadi energi seperti : vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan niacin. Untuk pertumbuhan tulang diperlukan vitamin D yang cukup, vitamin A, dan C, E.

Kecukupan gizi yang dianjurkan untuk orang dewasa perhari :
1.      Energi (Kcal) Perempuan (20-45) tahun: 2.200 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 2.800
2.      Protein Perempuan (20-45) tahun : 48 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 55
3.      Kalsium Perempuan (20-45) tahun : 600 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 500
4.      Besi Perempuan (20-45) tahun : 26 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 1,3
5.      Vitamin A (RE) Perempuan (20-45) tahun : 500 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 700
6.      Vitamin E (mg) Perempuan (20-45) tahun : 8 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 10
7.      Vitamin B (mg) Perempuan (20-45) tahun : 1,0 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 1,2
8.      Vitamin C (mg) Perempuan (20-45) tahun : 60 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 60
9.      Folat (mg) Perempuan (20-45) tahun : 150 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 70
c.         Pedoman Mempertahankan Status Gizi
Ada beberapa peran dasar yang diharapkan dapat digunakan oleh orang dewasa dan sebagai pedoman praktis untuk mengatur makanan sehari-hari yang seimbang dan aman guna mencapai dan mempertahankan status gizi dan kesehatan yang optimal :
1.      Makanlah aneka makanan yang segar
2.      Konsumsilah makanan yang baik guna untuk kebutuhan energi
3.      Makanlah makanan yang karbohidratnya cukup
4.      Gunakan garam beryodium
5.      Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya
6.      Lakukan olahraga secara teratur
7.      Hindari minuman beralkohol
8.      Makanlah makanan yang sehat dan aman bagi kesehatan
9.      Jangan lupa bacalah label yang dikemas.
d.         Dampak-Dampak Gizi pada Orang Dewasa
1.      Dampak kekurangan gizi pada orang dewasa
a)      Anemia, Hal ini disebabkan kekurangan mengkonsumsi makanan sumber zat besi
b)      Gondok, Kurangnya mengkonsumsi yodium
c)      Kebutaan, Hal ini disebabkan kurangnya mengkonsumsi vitamin A
o   Penyebab dari dampak kekurangan gizi :
·         Kemiskinan
·         Kurangnya pengetahuan tentang gizi
·         Kebiasaan makan

2.      Dampak kelebihan gizi pada orang dewasa
Dampak masalah gizi lebih pada orang dewasa tampak dengan semakin meningkatnya penyakit degeneratif seperti :
·         Jantung koroner
·         Diabetes melitus
·         Hipertensi
·         Penyakit hati
2.9  Nutrisi Pada Lansia
  1. Definisi Lansia
·         Manusia lanjut usia Ã  mereka yang telah berumur 65 tahun ke atas. Durmin (1992) membagi lansia menjadi young  elderly (65 – 74 tahun) dan older elderly (75 tahun)
·         Munro dkk.,(1987) mengelompokkan older elderly ke dalam 2 bagian, yaitu usia 75 – 84 tahun dan 85 tahun
·         Di Indonesia, M. Alwi Dahlan menyatakan bahwa orang dikatakan lansia jika telah berumur di atas 60 tahun
  1. kekurangan dan kelebihan gizi pada lansia
Terjadi kekurangan gizi pada lansia oleh karena sebab-sebab yang bersifat primer maupaun sekunder. Sebab-sebab primer meliputi ketidaktahuan isolasi sosial, hidup seorang diri, baru kehilangan pasangan hidup, gangguan fisik, gangguan indera, gangguan mental, kemiskinan dan iatrogenik. Sebab-sebab sekunder meliputi gangguan nafsu makan/selera, gangguan mengunyah, malabsorpsi, obat-obatan, peningkatan kebutuhan zat gizi serta alkoholisme.
Kondisi kekurangan gizi pada lansia dapat terbentuk KKP (kurang kalori protein) kronik, baik ringan sedang maupun berat. Keadaan ini dapat dilihat dengan mudah melalui penampilan umum, yakni adanya kekurusan dan rendahnya berat badan seorang lansia dibanding dengan baku yang ada. Kekurangan zat gizi lain yang banyak muncul adalah defisiensi besi dalam bentuk anemia gizi, defisiensi B1 dan B12.   
Kelebihan gizi pada lansia biasanya berhubungan dengan afluency dengan gaya hidup pada usia sekitar 50 tahun. Dengan kondisi ekonomi yang membaik dan tersedianya berbagai makanan  siap saji yang enak dan kaya energi. Utamanya sumber lemak, terjadi asupan makan dan zat-zat gizi melebihi kebutuhan tubuh. Keadaan kelbihan gizi yang dimulai pada awal usia 50 tahun-an ini akan membawa lansia pada keadaan obesitas dan dapat pula disertai dengan munculnya berbagai penyakit metabolisme seperti diabetes mellitus dan dislipidemia.
  1. Pedoman Umum Gizi Seimbang Untuk Lansia
Khusus untuk Indonesia, Departemen Kesehatan telah menerbitkan Pedman Umum Gizi Seimbang (PUGS) (DepKes, 1995) yang berisi 13 pesan dasar gizi seimbang bagi lansia dengan dasar PUGS dan dengan memeprtimbangkan pengurangan berbagai resiko pentyakit degenerasi yang dihadapi para lansia.
1. Makanlah aneka ragam makanan
2. Makanlah sumber karbohidrat kompleks (serealia dan umbi)
3. Batasi minyak dan lemak secar berlebihan
4. Makanlah sumber zat besi secara bergantian antara sumber hewani dan nabati.
5. Minumlah air yang bersih, aman, dan cukup jumlahnya dan telah didihkan.
                6. Kurangi konsumsi makanan jajanan dan minuman yang tinggi gula murni dan lemak.
                        7. Perbanyak frekuensi makan hewani laut dalam menu harian.
  8. Gunakanlah garam berodium, namaun batasilah penggunaan garam secar berlebihan, kurangi konsumsi makanan dengan pengawet
  1. Kebutuhan Gizi Pada Lansia
1.      Kalori
Kebutuhan akan kalori menurun sejalan dengan pertambahan usia, karena metabolisme seluruh sel dan kegiatan otot berkurang
2.      Protein
Gersovitz (1982) menganjurkan asupan protein sebesar 1,0 g/kg berat badan/hari untuk mempertahankan keseimbangan protein, Kebutuhan akan protein meningkat sebagai tanggapan atas stress fisiologis seperti infeksi, luka baker, patah tulang dan pembedahan
3.      Karbohidrat
Karbohidrat yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah sekitar 55 – 60% dari kalori total
4.      Lemak
Asupan lemak dibatasi, batas maksimal 20 – 25% dari energi total. Kelebihan dan kekurangan lemak diwujudkan dalam bentuk kadar kolesterol darah
5.      Serat
6.      Vitamin
Meskipun tampak sehat, kekurangan sebagian vitamin dan mineral tetap berlangsung pada lansia, dianjurkan untuk meningkatkan asupan vitamin B6, B12, vitamin D dan asam folat.
Angka kecukupan energi dan zat gizi yang dianjurkan untuk Lansia dalam sehari :
Komposisi      
Laki-Laki
Perempuan
Energi (kal)
1960
1700
Protein (gram)
50
44
Vitamin A (RE)
600
700
Thiamin (mg)
0,8
0,7
Riboflavin (mg)
1,0
0,9
Niasin (mg)
8,6
7,5
Vitamin B12 (mg)
1
1
Asam folat (mcg)
170
150
Vitamin C (mg)
40
30
Kalsium (mg)          
500
500
Fosfor (mg)
500
450
Besi (mg)
13
16
15
15
Iodium (mcg)
150
150

















Sumber : Ahli Gizi Ejawantah’s Blog                   
  1. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Gizi Pada Lansia
1.   Berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi atau  ompong.
2.   Berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan penurunan terhadap cita rasa manis, asin, asam, dan pahit.
3.   Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran.
4.   Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
5.   Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan biasanya menimbulkan konstipasi.
6.   Penyerapan makanan di usus menurun.                    
  1. Sajian Lengkap Gizi Bagi Lansia
Contoh Menu Lansia Dalam 1 Hari
Waktu Makan
Pria (2200 kal)
Wanita (1850 kal)
Pagi
1 ½ gls nasi/ pengganti
1 butir telur (Telur Mata Sapi)
100 gr sayuran (Cah Kangkung)
1 gls susu skim
 1 gls nasi/ pengganti
 1 btr telur
 100 gr sayuran
 1 gls susu skim
Pukul 10.00
Snack/buah (Nagasari)
Snack/buah
Siang
1 ½ gls nasi
50 gr daging/ikan/unggas (Pepes Ikan)
25 gr tempe/kacang-kacangan (Tempe bb Tomat)
150 gr sayuran (Sayur Asem)
1 ptg buah (Semangka)
 1  gls nasi
 50 gr daging/ikan/unggas

 25 gr tempe/kacang-kacangan
 150 gr sayuran
 1 ptg buah
Pukul 17.00
Snack/ buah
(Bubur Kacang Hijau)
Snack/ buah
Malam
1 ½ gls nasi
50 gr daging/ikan/unggas (Basho Daging)
50 gr tahu (Hot Tahu)
150 gr sayuran (Sup Sayur)
1 ptg buah (Pisang)
 1  gls nasi
 50 gr daging/ikan/unggas
 50 gr tahu
 150 gr sayuran
 1 ptg buah









  1. Langkah –langkah Hidup Sehat Untuk Lansia
                   Selain dari makanan untuk menjaga kesehatan, lansia juga perlu beberapa kegiatan yang harus dilakukan seperti :
1.      Olah raga yang teratur dan sesuai
2.      Istirahat tidur yang cukup
3.      Menjaga kebersihan
4.      Memeriksakan kesehatan secara teratur
5.      Mental dan batin tenang dan seimbang
6.      Rekreasi



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Nutrisi adalah zat yang diperlukan tubuh untuk membentuk energi dan berlangsungnya fungsi organ tubuh secara normal. Nutrisi sangat penting bagi manusia karena nutrisi merupakan kebutuhan fital bagi semua makhluk hidup.
Pada tiap tahapan usia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda, sehingga diperlukan pola makan dan menu yang seimbang sesuai dengan kebutuhan pada tahapan usia masing-masing.
3.2 Saran

Kebutuhan nutrisi dalam tubuh setiap individu sangat penting untuk diupayakan. Upaya untuk melakukan peningkatan kebutuhan nutrisi dapat dilakukan dengan cara makan-makanan dengan gizi seimbang dengan di imbangi keadaan hidup bersih untuk setiap individu. Hal tersebut harus dilakukan setiap hari, karena tanpa setiap hari maka tubuh manusia bisa terserang penyakit akibat imunt tubuh yang menurun.